Hal yang Wajar di Indonesia tapi Dianggap Aneh di Jepang sering menjadi sumber culture shock bagi pendatang baru. Banyak kebiasaan yang dianggap normal di kehidupan sehari-hari di Indonesia ternyata memiliki makna berbeda dengan budaya Jepang. Oleh karena itu, memahami perbedaan tersebut sejak awal akan membantu proses adaptasi dan mencegah masalah sosial selama tinggal di Jepang.
Hal yang Wajar di Indonesia tapi Dianggap Aneh di Jepang
Beberapa kebiasaan yang umum dilakukan di Indonesia dapat dinilai kurang pantas atau tidak lazim di Jepang. Sebagimana yang dilaporkan oleh Cross Culture Institute terkait kegiatan sehari-hari di Indonesia yang sebaiknya jangn dilakukan saat di Jepang.
- Ketepatan waktu. Di Indonesia, saat kamu datang terlambat terkadang dianggap hal yang wajar. Namun, di Jepang waktu menjadi hal yang sakral sehingga saat kamu terlambat meskipun hanya 1 menit bisa jadi kamu akan dianggap tidak menghormati orang lain.
- Kontak mata. Di Jepang kontak mata yang terlalu intens dianggap tidak sopan karena seperti menantang. Jadi mereka lebih sering menggunakan anggukan kepala. Sedangkan di Indonesia, hal ini sering dianggap sebagi tanda kepercayaan diri.
- Etika di ruang publik. Saat berada di tempat umum seperti transportasi, berbicara keras menjadi hal yang sangat dilarang di Jepang.
- Etika menerima dan memberi. Saat kamu berada di Jepang, sebaiknya gunakan ke dua tangan saat memberi atau menerima sesuatu karena itu dianggap menunjukkan tanda penghormatan.
Kebiasaan yang Harus Dihindari di Jepang agar Mudah Beradaptasi
Memahami kebiasaan yang harus dihindari di Jepang menjadi langkah penting untuk membangun hubungan sosial yang baik saat kamu berada di negar tersebut. Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah makan atau minum sambil berjalan di tempat umum, kecuali di area yang memang diperbolehkan. Di Jepang, aktivitas tersebut dianggap kurang sopan karena makanan seharusnya dinikmati di tempat yang semestinya. Kebiasaan lain yang perlu diperhatikan adalah pemberian ung tip karena hal itu dianggap membuat pelayan akan merasa tersinggung.
Pemahaman terkait sikap-sikap tersebut akan sangat membantu kamu dalam menjalani kehidupan sehari-hari maupun beradaptasi dengan lingkungan terutama untuk yang mau membangun karir di Negreri Sakura ini. Sikap disiplin, menghormati aturan tidak tertulis, serta menjaga perilaku di ruang publik berperan penting dalam membangun kesan positif sebagai pendatang yang mampu menyesuaikan diri.
Kesiapan sikap dan pemahaman budaya tersebut dapat menjadi pondasi awal untuk melangkah lebih jauh dalam merencanakan karier di Jepang, khususnya di sektor kaigo yang menuntut tanggung jawab dan kepekaan tinggi. Melalui pendampingan yang terarah, Ayaka Jossei Center sebagai lembaga pelatihan kerja spesialis putri di sektor kaigo membantu mempersiapkan calon pekerja agar tidak hanya siap secara keterampilan tetapi juga memahami budaya dan etika kerja Jepang, sehingga proses membangun karier dapat dijalani secara lebih matang.
Kredit Gambar : Bo Kim/unsplash





