Penduduk Jepang yang kian menurun menjadi isu serius yang diprediksi akan terus berdampak hingga tahun 2050. Jepang menghadapi penurunan jumlah penduduk yang signifikan disertai peningkatan tajam populasi lansia. Kondisi ini mendorong perubahan besar di berbagai sektor, terutama perawatan lansia atau kaigo, yang kini menjadi salah satu bidang paling dibutuhkan.
Penduduk Jepang Menurun dan Lonjakan Masyarakat Lansia
View this post on Instagram
Berdasarkan laporan The Japan Times, Jepang diperkirakan kehilangan lebih dari 20 juta penduduk pada 2050. Di saat yang sama, lebih dari sepertiga penduduk akan berusia 65 tahun ke atas sehingga bisa diperkirakan kalau ditahun tersebut proporsi lansia akan meningkat drastic hingga ke angka 37,1%. Ketimpangan antara jumlah lansia dan penduduk usia produktif yang terjadi, membuat sistem sosial dan kesehatan Jepang berada di bawah tekanan besar.
Banyak daerah mulai kesulitan menyediakan layanan dasar seperti rumah sakit dan fasilitas perawatan lansia. Akibatnya, Jepang menghadapi krisis tenaga kerja yang tidak bisa dihindari, khususnya di sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan lansia. Di tengah penduduk Jepang menurun, sektor kaigo justru menunjukkan tren sebaliknya. Kebutuhan akan caregiver meningkat seiring bertambahnya jumlah lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan pendampingan harian. Untuk menghadapi situasi yang kian menjadi ini, pemerintah Jepang mendorong perekrutan tenaga kerja asing sebagai solusi jangka menengah.
Peluang Kaigo Jepang untuk Muslimah dan Perempuan Indonesia
Dengan solusi jangka menengah yang tengah dipersiapkan oleh pemerintah Jepang ini, lowongan kaigo kian terbuka lebar melalui berbagai jalur resmi, termasuk program pelatihan dan magang. Profesi kaigo kini dipandang sebagai pekerjaan yang stabil dan diprediksi sangat dibutuhkan tidak hanya dalam jangka menengah tapi juga dalam jangka panjang karena memiliki peran penting dalam keberlangsungan masyarakat Jepang.
Sektor kaigo dikenal lebih terbuka bagi perempuan karena membutuhkan ketelatenan, empati, dan komunikasi yang baik. Selain itu, lingkungan kerja kaigo di Jepang mulai beradaptasi dengan keberagaman budaya dan latar belakang pekerja asing. Hal ini membuka peluang kaigo Jepang untuk muslimah, termasuk perempuan yang ingin tetap menjalankan nilai dan identitasnya saat bekerja. Selama mengikuti aturan keselamatan dan standar kerja, profesi kaigo menjadi salah satu jalur paling realistis dan aman bagi perempuan Indonesia yang ingin berkarier di Jepang.
Melihat kondisi penduduk Jepang menurun dan meningkatnya kebutuhan caregiver, sektor kaigo menjadi peluang nyata bagi perempuan yang ingin bekerja di Jepang secara legal dan terarah. Kalau kamu tertarik berkarier di sektor kaigo, kamu bisa mempersiapkan diri melalui LPK Ayaka Josei Center, LPK spesialis putri yang fokus membina calon caregiver perempuan untuk bekerja di Jepang dengan pendampingan bahasa, budaya, dan kesiapan kerja.

